AS desak Israel kurangi eskalasi di Gaza, Lebanon, dan Iran demi 'menuju penutupan tiga front'
Keretakan dilaporkan mulai terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan Israel seiiring tekan Washington agar Tel Aviv menurunkan tensi konflik di Gaza, Lebanon dan Iran. Hal itu diungkap dalam laporan Channel 13 dilansir Anadolu, Senin (10/8/2026).
Channel 13 mengutip seorang sumber yang mengatakan bahwa Kepala Pusat Komando AS (CENTCOM) Laksamana Brad Cooper berkunjung ke Israel pada Sabtu (8/8/2026) dan mengirim pesan bahwa Washington menginginkan kemajuan menuju "penutupan tiga front." Desakan Washington itu mengekspose adanya perbedaan soal bagaimana Israel mempersiapkan penarikan militernya dari luar wilayah Israel di sekitar kawasan Timur Tengah.
Menurut laporan itu, pejabat militer Israel kepada CENTCOM mengatakan, Israel berniat mempertahankan kebebasan aksi militer mereka terhadap Iran jika Teheran melanjutkan pengembangan program nuklir atau membangun kembali kapabilitas rudal balistik.
Di Lebanon, Washington mendesak penarikan lebih jauh militer Israel dari posisinya sekarang di zona keamanan di daerah selatan. Sementara di Gaza, AS mendorong kemajuan implementasi kesepakatan gencatan senjata dan pengerahan sebuah pasukan multinasional yang saat ini terdiri dari ratusan prajurit dari Maroko dan Uganda.
Pejabat militer Israel juga dilaporkan keberatan terhadap para pengambil keputusan politik atas permintaan AS agar Israel menghentikan sementara pembunuhan dan mengurangi operasi di Gaza. Channel 13 melaporkan bahwa tuntutan-tuntutan AS itu tidak secara eksplisit muncul dalam proposal yang saat ini tengah dibahas oleh pihak terkait.
Seorang pejabat senior militer Israel dikutip Channel 13, mengatakan bahwa, pesan dari Washington kepada kepemimpinan keamanan Israel belakangan adalah untuk "menuju pada penutupan tiga front."
Laporan Channel 13 muncul bersamaan dengan isyarat dari Presiden AS Donald Trump pada Ahad (10/8/2026), bahwa Washington mulai saat ini mengambil pendekatan menahan diri terhadap Iran.
"Kami merahasiakannya," kata Trump kepada Axios, sambil menambahkan bahwa AS sekarang "hanya (berstatus) semi-negosiasi)" dengan Iran sambil mengamati dengan seksama tekanan ekonomi terhadap negara itu.
"Kami sedang menyaksikan Iran dengan inflasi luar biasanya dan fakta bahwa mereka tidak punya uang," kata Trump, yang mensinyalkan bahwa Washington bersiap untuk bergantung pada tekanan ekonomi yang meningkat daripada melancarkan serangan militer secara segera.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan, menolak 15 poin rencana perdamaian Jalur Gaza yang disetujui Dewan Perdamaian bentukan Presiden AS Donald Trump. Netanyahu mengatakan tidak akan menarik pasukan militernya dari Gaza sebelum persenjataan Hamas dilucuti sepenuhnya.
“Israel menolak dokumen 15 poin yang diterbitkan oleh Dewan Perdamaian untuk Gaza," kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan video setelah dimulainya pertemuan kabinet pada Ahad (9/8/2026), dikutip laman Middle East Monitor.
“Tentara Israel tidak akan melakukan penarikan apa pun sampai Hamas dilucuti," tambah Netanyahu.
Dia mengatakan, persenjataan Hamas yang dilucuti harus mencakup senjata berat maupun kurang berat. Netanyahu menekankan, Israel menginginkan perlucutan senjata yang nyata. “Bukan perlucutan senjata palsu,” ujarnya.
Menurut Netanyahu, saat ini pihaknya masih mendiskusikan isu tersebut dengan AS. Dia mengungkapkan, Washington sudah menyodorkan beberapa ide. Sebagian ide itu, kata Netanyahu, dapat diterima oleh pemerintahannya. Sementara sebagian lainnya mereka tolak.
Sementara terkait Lebanon, Netanyahu mengatakan saat ini militernya melancarkan operasi besar termasuk serangan ke bukit Ali Taher, namun menolak memberika detail. Adapun terhadap Iran, Netanyahu mengeklaim Teheran menghindari serangan langsung terhadap Israel selama beberapa pekan ke belakang karena takut akan sebuah "balasan yang menghancurkan."
Netanyahu memuji Trump dan bersumpah Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir, "dengan sebuah perjanjian atau tanpa sebuah perjanjian."


0 Response to "AS desak Israel kurangi eskalasi di Gaza, Lebanon, dan Iran demi 'menuju penutupan tiga front'"
Posting Komentar