Sosok Nechirvan Barzani, pemimpin Kurdistan Irak yang jadi penghubung rahasia tim Trump dengan IRGC
Ketika Amerika Serikat membuka pembicaraan langsung dengan Iran pada pertengahan Mei lalu, pemerintahan AS kesulitan menentukan posisi sebenarnya Teheran.
Untuk mendapatkan kejelasan, pemerintahan Donald Trump membangun saluran rahasia langsung dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) untuk memverifikasi apakah para negosiator Iran, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, benar-benar berbicara atas nama militer.
Orang yang ditunjuk untuk saluran rahasia tersebut adalah Nechirvan Barzani, Presiden Wilayah Kurdistan di Irak (KRG), yang dipercaya oleh Amerika Serikat dan IRGC, menurut beberapa sumber yang mengetahui langsung masalah tersebut kepada Axios.
Juru bicara kepresidenan KRG, Dilshad Shahab, juga mengonfirmasi keterlibatan Barzani.
“Salah satu prinsip konsisten kebijakan Nechirvan Barzani adalah bahwa masalah dan perbedaan pendapat harus diselesaikan melalui dialog dan negosiasi,” kata Dilshad Shahab, mengutip Iran International, Selasa (18/8/2026).
Pemerintah Daerah Kurdistan mengelola wilayah semiotonom di Irak utara dan bermarkas di Erbil.
Barzani tinggal di Iran selama Perang Iran-Irak, ketika ia belajar di Universitas Teheran.
Menurut laporan Axios, Barzani fasih berbahasa Persia dan memiliki hubungan pribadi dengan banyak anggota senior rezim Iran, termasuk petinggi IRGC.
Ia juga dikenal sebagai pemecah masalah yang pragmatis dan dihormati di seluruh wilayah tersebut.
Bagaimana AS Mendekati Barzani
Saat itu, Direktur Intelijen Nasional AS Tulsi Gabbard adalah orang pertama yang menjalin kontak dengan Barzani sekitar 10 Mei.
Gabbard dilaporkan mengatakan kepada pemimpin Irak tersebut bahwa pemerintahan Trump membutuhkan bantuannya untuk menghubungi Komandan IRGC Jenderal Ahmad Vahidi.
Sebuah sumber mengatakan kepada Axios bahwa Gabbard dengan jelas mengatakan kepada Barzani bahwa ia melakukan panggilan tersebut dengan persetujuan Trump dan Wakil Presiden JD Vance.
Gabbard mengatakan kepada Barzani bahwa karena AS tidak dapat menghubungi Vahidi secara langsung, AS membutuhkan kejelasan apakah Vahidi dan pimpinan IRGC menyetujui apa yang telah dinegosiasikan oleh Ghalibaf dan Araghchi, atau apakah mereka memiliki gagasan atau tuntutan lain.
Barzani dilaporkan menyetujui permintaan Gabbard dan menghubungi kontak-kontaknya di IRGC dengan membawa pesan dari Tim Trump.
Ia mengatakan kepada sumber-sumbernya bahwa ia ingin berbicara langsung dengan Vahidi, yang kemudian disetujui oleh pihak Iran.
Pada 14 Mei, seorang pejabat IRGC bertemu dengan Barzani di kantornya di Erbil dan memberinya telepon terenkripsi untuk melakukan panggilan aman, menurut laporan tersebut.
Melalui telepon tersebut, Barzani menghubungi Vahidi dan menanyakan apakah ia berpihak pada para negosiator Iran.
Komandan IRGC itu menjawab ya dan berkata, "Saya sepenuhnya mendukung mereka, dan ini juga posisi IRGC. Kami lebih memilih untuk menyelesaikan krisis ini melalui negosiasi."
Sumber mengatakan Barzani segera menghubungi Gabbard dan menyampaikan pesan Vahidi, yang kemudian diteruskan Gabbard ke Gedung Putih.
Setelah menerima tanggapan Iran, pemerintahan Trump kembali menghubungi Barzani dengan proposal lain untuk mengadakan pembicaraan rahasia antara negosiator senior AS dan Iran di Erbil, menurut laporan tersebut.
Namun, pembicaraan tersebut tidak pernah terwujud di tengah kekhawatiran Iran mengenai keselamatan para negosiatornya.
Menurut laporan tersebut, AS mendekati Barzani pada Mei, yang menandakan betapa sulitnya bagi Tim Trump untuk berurusan dengan Iran tanpa mengetahui secara jelas siapa yang sebenarnya memegang kendali.
Amerika Serikat dan Iran memang berhasil mencapai nota kesepahaman pada Mei, tetapi kesepakatan tersebut dengan cepat gagal karena kedua pihak tidak sepakat mengenai beberapa poin.
Para mediator dari Pakistan dan Qatar terus bertukar pesan antara AS dan Iran, tetapi belum menghasilkan kemajuan yang signifikan.
Masalah utama pemerintahan Trump saat ini dan dalam negosiasi di masa mendatang adalah memastikan bahwa mereka berbicara dengan orang-orang yang benar-benar memegang kendali.
Hal itu juga berarti menemukan mediator yang dipercaya oleh Gedung Putih dan rezim Iran.
Namun, beberapa sumber percaya bahwa Pakistan memberikan laporan yang lebih optimistis daripada yang seharusnya mengenai hasil pembicaraan, dalam upaya menciptakan momentum yang dapat memecah kebuntuan.


0 Response to "Sosok Nechirvan Barzani, pemimpin Kurdistan Irak yang jadi penghubung rahasia tim Trump dengan IRGC"
Posting Komentar