Pasang Iklan Gratis

Julian Alvarez masuk daftar hitam fans Atletico Madrid bersama tiga mantan bintang

 Hubungan Julian Alvarez dengan pendukung Atletico Madrid tampaknya berada di titik paling sulit. 

Setelah munculnya keinginan untuk meninggalkan klub dan spekulasi mengenai kepindahannya, penyerang Argentina itu mulai mendapat perlakuan yang biasanya hanya diberikan kepada nama-nama yang dianggap melakukan pengkhianatan besar terhadap Los Colchoneros.

Melansir Bein Sports, situasi tersebut bahkan membuat Alvarez disandingkan dengan tiga mantan pemain Atletico yang hingga kini masih menjadi sosok kontroversial di mata suporter: Hugo Sanchez, Sergio Aguero, dan Thibaut Courtois.

Ketiganya memiliki cerita berbeda. Namun, ada satu benang merah yang menghubungkan mereka: hubungan dengan Atletico berakhir buruk dan melibatkan rival abadi, Real Madrid, atau keputusan yang dianggap tidak menghormati klub.

Hugo Sanchez, dari Idola Menjadi Musuh

Hugo Sanchez pernah menjadi salah satu pemain kesayangan fans Atletico. Penyerang asal Meksiko itu bahkan memenangkan Trofi Pichichi dan Copa del Rey bersama klub pada 1985.

Namun, semuanya berubah ketika Sanchez meninggalkan Atletico dan akhirnya bergabung dengan Real Madrid melalui kesepakatan yang melibatkan Pumas UNAM.

Kepindahan tersebut sudah cukup untuk membuatnya kehilangan tempat di hati sebagian besar pendukung Atletico. Hubungan itu semakin buruk setelah Sanchez kemudian menggambarkan periode waktunya di klub sebagai "bulan-bulan terburuk dalam hidupnya".

Bagi fans Atletico, komentar tersebut dianggap sebagai penghinaan terhadap klub yang sebelumnya menjadikannya idola.

Sergio Aguero dan Keputusan untuk Pergi

Kisah Sergio Aguero sedikit berbeda. Datang ke Madrid ketika masih remaja, Aguero berkembang menjadi salah satu pemain terbaik Atletico dan mendapatkan dukungan besar dari para penggemar.

Namun pada 2011, ia mengumumkan keinginannya untuk meninggalkan klub melalui pernyataan bertajuk "Saatnya pergi".

Situasi semakin panas karena Aguero secara terbuka menyatakan keinginannya untuk pindah demi memenangkan lebih banyak trofi. Atletico akhirnya menolak melepasnya ke Real Madrid, dan sang pemain kemudian bergabung dengan Manchester City.

Bertahun-tahun kemudian, Aguero mengakui bahwa cara dirinya menangani kepergian tersebut merupakan sebuah kesalahan.

Courtois, Pengkhianatan yang Tak Terlupakan

Thibaut Courtois mungkin menjadi contoh paling jelas. Kiper Belgia tersebut menghabiskan tiga musim sebagai pemain pinjaman di Atletico antara 2011 dan 2014. Ia menjadi bagian penting dari tim yang meraih sejumlah trofi dan membangun hubungan kuat dengan suporter.

Namun pada 2018, Courtois bergabung dengan Real Madrid. Kepindahan itu sudah membuatnya kehilangan simpati para pendukung Atletico. 

Situasi semakin buruk ketika dalam presentasinya di Madrid, Courtois mengatakan bahwa dirinya kini berada di "sisi sejarah yang benar".

Bagi fans Atletico, kalimat tersebut sulit dilupakan. Hubungan Courtois dengan klub kemudian semakin buruk hingga Atletico akhirnya mencopot plakat namanya di sekitar stadion setelah vandalisme berulang.

Kini Giliran Julian Alvarez?

Kasus Alvarez belum berada pada level yang sama dengan tiga nama tersebut, tetapi tanda-tandanya mulai terlihat.

Penyerang Argentina itu sebelumnya menjadi salah satu pemain paling penting Atletico. Dalam dua musimnya, ia telah mencetak 49 gol dan menjadi bagian utama dari proyek Diego Simeone.

Namun, keinginan untuk meninggalkan klub serta rumor mengenai ketertarikannya terhadap Barcelona membuat hubungan tersebut berubah drastis.

Para suporter bahkan mencemoohnya sebelum pertandingan, ketika namanya diumumkan sebagai pemain pengganti. Saat masuk ke lapangan, suara siulan kembali terdengar, termasuk nyanyian yang meminta Alvarez pergi.

Simeone kemudian berusaha melindungi pemainnya.

"Kita butuh striker, striker yang bagus. Kita punya dia, dan kita harus menjaganya."

Sang pelatih juga menegaskan bahwa selama Alvarez masih menjadi bagian dari tim, dirinya akan terus memberikan dukungan.

Ada Satu Kesamaan Besar

Jika melihat sejarah tersebut, ada pola yang jelas dalam hubungan antara Atletico dan para mantan pemainnya.

Hugo Sanchez dan Courtois benar-benar pindah ke Real Madrid. Aguero secara terbuka menyatakan keinginannya meninggalkan Atletico dan sempat dikaitkan dengan Madrid. Sementara Alvarez kini berada di tengah spekulasi mengenai kepindahan ke Barcelona.

Itulah yang membuat situasi Alvarez begitu sensitif. Namun, berbeda dengan Sanchez, Aguero, dan Courtois, Alvarez masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki hubungannya dengan para pendukung Atletico.

Jika ia bertahan, tampil konsisten, mencetak gol, dan membantu Atletico meraih trofi, kemarahan tersebut bisa perlahan mereda.

Sebaliknya, jika saga transfer berakhir dengan kepergian Alvarez dalam situasi penuh konflik, namanya berpotensi benar-benar masuk ke dalam daftar pemain yang paling sulit dimaafkan oleh fans Atletico Madrid.

0 Response to "Julian Alvarez masuk daftar hitam fans Atletico Madrid bersama tiga mantan bintang"

Posting Komentar