Pasang Iklan Gratis

Israel klaim gencatan senjata tak berlaku di Lebanon Selatan

 Pemerintah Israel mengklaim gencatan senjata tidak berlaku di wilayah Lebanon selatan. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Staf Pasukan Militer Israel (IDF), Eyal Zamir, saat berkunjung ke Lebanon selatan 

Zamir mengatakan, Lebanon selatan tidak dimasukkan ke dalam kesepakatan gencatan senjata Israel dan Lebanon karena pihaknya ingin membasmi seluruh pasukan Hizbullah yang ada di sana. Sebab, milisi itu masih melakukan serangan ke pasukan IDF yang bertugas di Lebanon selatan meski sudah ada gencatan senjata.

1. IDF tidak akan membiarkan serangan-serangan Hizbullah

Dalam pernyataannya, Zamir menambahkan, pihaknya tidak akan membiarkan serangan-serangan yang dilakukan Hizbullah ke IDF di Lebanon selatan. Ia berjanji akan membalas semua serangan tersebut karena pasukan IDF harus tetap aman untuk bertugas di sana. 

“Di Lebanon, misi yang diberikan kepada kami oleh jajaran politik adalah untuk memposisikan diri di sepanjang garis pertahanan guna mencegah tembakan langsung ke permukiman. Kami telah mencapai hal ini. Inilah garis yang kami tempati. Kami mungkin diharuskan untuk tetap berada di garis ini,” kata Zamir, seperti dilansir Times of Israel.

“Kami tidak akan mentolerir serangan dan penembakan terhadap komunitas kami dan kami tidak akan pergi sampai keamanan jangka panjang bagi komunitas di utara terjamin,” lanjut Zamir.

2. Israel dan Lebanon menyepakati gencatan senjata berkat mediasi AS

Sebagai informasi, Israel dan Lebanon sudah menyepakati gencatan senjata selama sepuluh hari pada 16 April lalu. Kesepakatan tersebut diraih berkat negosiasi damai yang digelar Israel dan Lebanon pada 14 April. Negosiasi tersebut digelar di Amerika Serikat yang berperan sebagai mediator.  

Gencatan senjata ini membuat Lebanon kini bisa bernapas lega. Sebab, mereka sudah berulang kali diserang Israel yang ingin membasmi milisi Hizbullah sejak 2 Maret lalu. Sejauh ini, serangan Israel di Lebanon telah menewaskan 2.509 orang, sedangkan 7.755 lainnya mengalami luka-luka. 

Usai gencatan senjata diumumkan, ratusan warga Lebanon di Ibu Kota Beirut ramai-ramai turun ke jalan untuk merayakan perdamaian dengan Israel. Hal ini karena warga Lebanon sudah lama menunggu gencatan senjata agar tidak terus terdampak serangan IDF. 

3. Gencatan senjata Israel dan Lebanon sudah diperpanjang

Saat ini, gencatan senjata antara Israel dan Lebanon sudah diperpanjang selama tiga pekan. Kesepakatan tersebut diraih usai delegasi Israel dan Lebanon menggelar pertemuan di Washington DC pada Kamis (23/4/2026) waktu AS atau Jumat (24/4/2026) waktu Indonesia pekan lalu. Awalnya, gencatan senjata ini akan berakhir pada Rabu (22/4/2026).

“Gencatan senjata antara Israel dan Lebanon akan diperpanjang selama tiga minggu,” tulis Presiden AS, Donald Trump, di Truth Social, seperti dilansir CNBC. 

Oleh karena itu, Trump meminta Hizbullah untuk mematuhi gencatan senjata yang sudah disepakati Israel dan Lebanon. Ia juga berjanji akan melindungi Lebanon dari ancaman Hizbullah yang kerap kali membuat onar.   

0 Response to "Israel klaim gencatan senjata tak berlaku di Lebanon Selatan"

Posting Komentar