Pasang Iklan Gratis

Penjualan mobil listrik bekas laku keras, mobil baru justru layu

  Pasar mobil listrik bekas di Amerika Serikat bangkit meski tanpa insentif pajak, berbanding terbalik dengan penjualan mobil listrik baru.

Berdasarkan data dari Cox Automotive, penjualan mobil listrik bekas pada Maret mencapai 42.924 unit. Angka ini menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah penjualan bulanan, bahkan melampaui capaian sebelumnya saat insentif pajak masih berlaku

Secara tahunan, penjualan mobil listrik bekas naik sekitar 28%. Sebaliknya, mobil listrik baru justru mengalami penurunan hampir dengan persentase yang sama. Kondisi ini memperlihatkan adanya pergeseran minat konsumen ke pasar mobil bekas.

Sebelumnya, pemerintah sempat memberikan insentif hingga UD$4 ribu sekitar Rp68 juta untuk pembelian mobil listrik bekas dengan harga maksimal UD$25 ribu atau Rp425 juta. Program ini sempat mendorong peningkatan penjualan. Namun, meskipun insentif tersebut telah dihentikan, permintaan tetap tinggi.

Di sisi lain, pasar mobil listrik baru mengalami tekanan besar setelah insentif sebesar UD$7,5 ribu atau sekitar Rp127,5 juta dihapus. Dampaknya cukup signifikan, dengan penjualan sempat turun lebih dari 50%.

Pada Maret, penjualan mobil listrik baru memang mencapai sekitar 83 ribu unit, naik dibanding bulan sebelumnya. Namun secara tahunan, angka tersebut masih turun hampir 25%.

Dilansir dari InsideEVs Selasa (21/4/2026), salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan mobil listrik bekas adalah meningkatnya pasokan. Banyak kendaraan listrik hasil leasing kini kembali ke dealer dalam kondisi masih baik, dengan usia rata-rata 2 hingga 3 tahun.

Selain itu, sejumlah produsen mobil mulai mengurangi fokus pada kendaraan listrik dan kembali ke model berbahan bakar konvensional. Hal ini turut mempengaruhi lesunya penjualan mobil listrik baru.

Faktor lain yang ikut berperan adalah tingginya harga bahan bakar. Kondisi ini membuat mobil listrik bekas yang lebih terjangkau menjadi alternatif menarik bagi konsumen.

Menurut Recurrent ke depan, tren ini diperkirakan akan terus berlanjut. Lebih dari 1 juta mobil listrik akan habis masa sewanya dalam dua tahun ke depan. Yang berarti pasar akan dibanjiri mobil listrik bekas dengan kondisi yang masih layak pakai.

Dengan harga yang lebih ramah di kantong dan ketersediaan unit yang semakin banyak, mobil listrik bekas berpotensi menjadi pendorong utama pertumbuhan industri kendaraan listrik dalam waktu dekat. (Nur Amalina)

0 Response to "Penjualan mobil listrik bekas laku keras, mobil baru justru layu"

Posting Komentar