Pasang Iklan Gratis

Lucas, drone kamikaze AS seharga Rp590 juta debut dalam serangan ke Iran

  Komando Pusat Amerika Serikat (US Central Command/CENTCOM) mengonfirmasi penggunaan perdana drone serang LUCAS dalam serangan udara di Iran pada 28 Februari.

Drone Low-Cost Uncrewed Combat Attack System (LUCAS) diluncurkan dari darat oleh Satuan Tugas Scorpion Strike (Task Force Scorpion Strike/TFSS). Satuan tugas ini dibentuk pada Desember tahun lalu dengan misi khusus untuk menghadapi taktik peperangan Iran di kawasan tersebut.

Serangan tersebut merupakan bagian dari Operation Epic Fury, sebuah operasi militer yang dilancarkan AS bersama Israel terhadap sejumlah target di seluruh Iran. Penggunaan LUCAS dipandang sebagai momen langka saat AS mengadopsi strategi drone lawan untuk digunakan kembali dalam misi tempur

Secara desain, drone LUCAS dirancang sebagai senjata serang yang jauh lebih murah dibandingkan rudal konvensional. Selain keunggulan harga, drone ini diklaim lebih mudah dan cepat untuk diproduksi secara massal guna memenuhi kebutuhan operasi jangka panjang.

Juru Bicara CENTCOM Kapten Angkatan Laut Tim Hawkins mengatakan platform LUCAS dibanderol dengan harga sekitar US$35.000 atau sekitar Rp590 juta per unit, dilansir dari Business Today, Senin (2/3/2026). Sistem ini menawarkan kemampuan mutakhir dengan biaya jauh di bawah sistem jarak jauh tradisional AS yang memiliki dampak serupa.

“Sistem drone ini memiliki jangkauan luas dan kemampuan untuk beroperasi di luar garis pandang, memberikan kapabilitas signifikan di seluruh area operasi CENTCOM yang luas,” kata Hawkins dikutip, Senin (2/3/2026).

Selain efisiensi biaya, desain LUCAS mencakup fitur koordinasi otonom yang memungkinkan penggunaan taktik serangan kawanan. Integrasi teknologi ini mendukung serangan berbasis jaringan yang lebih dinamis di medan tempur.

Seorang pejabat AS mengatakan kemampuan koordinasi tersebut diperkuat dengan penggunaan terminal Starlink pada beberapa unit drone. Hal ini memungkinkan penerapan taktik kooperatif tingkat lanjut dan penargetan dinamis dengan tetap melibatkan operator manusia dalam pengawasannya.

CENTCOM menyebut LUCAS dapat diluncurkan menggunakan berbagai mekanisme, termasuk katapel, lepas landas berbantuan roket, hingga sistem darat dan kendaraan bergerak. Fleksibilitas ini meningkatkan mobilitas pasukan di lapangan saat melakukan serangan mendadak.

Meskipun serangan terhadap Iran dilakukan dari darat, personel Angkatan Laut AS di Timur Tengah dilaporkan telah menguji peluncuran drone ini dari kapal perang. Uji coba dilakukan melalui kapal Littoral Combat Ship (LCS) kelas Independence, USS Santa Barbara.

Adapun pengembangan drone LUCAS merupakan hasil rekayasa balik (reverse engineering) dari drone Shahed-136 milik Iran. Militer AS memanfaatkan sejumlah perusahaan inovasi domestik untuk memproduksi massal desain yang menyerupai alutsista lawan tersebut.

LUCAS dirancang oleh SpektreWorks dengan spesifikasi yang merujuk pada desain drone target FLM 136. Perangkat ini tercatat memiliki jangkauan maksimum 444 mil, durasi terbang hingga enam jam, dan kapasitas muatan seberat 40 pon.

Sebagai perbandingan, Shahed-136 yang menjadi basis desain memiliki kecepatan maksimal 100 knot dengan jangkauan hingga 1.242 mil. Drone asal Iran tersebut dirancang untuk menyerang target statis berdasarkan data koordinat yang diprogram sebelum peluncuran.

Penggunaan LUCAS mencuat di tengah terbatasnya efektivitas sistem pertahanan udara terhadap serangan drone murah. Bahkan, sistem pertahanan berlapis milik Israel maupun sistem pertahanan darat dan laut AS di Timur Tengah tidak memberikan perlindungan penuh terhadap ancaman ini.

0 Response to "Lucas, drone kamikaze AS seharga Rp590 juta debut dalam serangan ke Iran"

Posting Komentar