Benarkah Alam Semesta Kita Hanya Satu dari Banyak Dunia?
Apa yang ada di balik tepi alam semesta yang bisa kita amati? Pertanyaan ini telah memicu rasa penasaran ilmuwan selama berabad-abad. Apakah mungkin bahwa alam semesta kita hanyalah satu dari banyak alam semesta lain dalam sebuah multiverse?
Fenomena ini sering menjadi bahan cerita film dan serial. Mulai dari pemenang Oscar Everything Everywhere All at Once hingga blockbuster Marvel Doctor Strange in the Multiverse of Madness, ide tentang dunia paralel terus memikat imajinasi. Namun, para kosmolog serius pun mempertimbangkan gagasan ini—dan sebagian percaya multiverse mungkin nyata.
“Pemahaman kita tentang realitas masih jauh dari lengkap. Realitas ada secara independen dari kita,” kata Andrei Linde, fisikawan Universitas Stanford.
Apa Itu Multiverse?
Secara sederhana, multiverse adalah gagasan bahwa selain alam semesta yang kita amati, ada banyak alam semesta lain yang eksis. Teori ini muncul dari upaya ilmuwan menjawab pertanyaan besar tentang sifat kosmos: Mengapa bintang-bintang bersinar dengan energi yang “pas”? Mengapa ada cukup waktu untuk terbentuknya planet dan kehidupan?
Menurut jurnalis sains Tom Siegfried, ada dua kemungkinan jawaban:
Kita membutuhkan teori baru untuk menjelaskan semua fenomena alam semesta.
Atau, kita hanyalah salah satu dari banyak alam semesta yang berbeda—dan kita kebetulan hidup di salah satu yang “nyaman” untuk kehidupan.
Teori-Teori Populer Tentang Multiverse
Ada beberapa teori ilmiah yang mendukung kemungkinan multiverse. Berikut yang paling dikenal:
1. Kosmologi Inflasi (Bubble Universes)
Teori inflasi kosmik menjelaskan bahwa setelah Big Bang, alam semesta mengembang sangat cepat dalam waktu yang sangat singkat. Menurut Linde, salah satu pencetus teori ini, inflasi dapat terjadi berulang kali, menciptakan “gelembung-gelembung” alam semesta dengan sifat fisika yang berbeda.
Artinya, di luar batas pandangan kita, bisa jadi ada alam semesta lain yang hukum fisikanya tidak sama dengan milik kita.
2. Many-Worlds Interpretation (Dunia Paralel)
Diusulkan oleh Hugh Everett pada 1957, teori ini menjelaskan bahwa setiap keputusan atau peristiwa dapat memunculkan cabang realitas baru.
Fisikawan James Kakalios menjelaskan: “Everett mengatakan ada jumlah tak terbatas Bumi paralel. Ketika kita melakukan eksperimen, hasil yang kita lihat hanya terjadi di Bumi tempat kita berada—di Bumi lain, hasilnya bisa berbeda.”
Dengan kata lain, terdapat kemungkinan ada “versi lain” dari diri kita yang hidup dengan pilihan berbeda, tetapi kita hanya bisa merasakan realitas tempat kita berada sekarang.
Bisakah Kita Mengunjungi Alam Semesta Lain?
Sayangnya, saat ini tidak ada cara untuk berpindah dari satu alam semesta ke alam semesta lain. “Kecuali jika banyak hukum fisika yang kita anggap sudah mapan ternyata salah,” kata Siegfried. Meski begitu, ia menambahkan, siapa tahu seribu tahun dari sekarang sains menemukan cara yang tak pernah kita bayangkan.
Bukti Eksistensi Multiverse
Hingga kini, tidak ada bukti langsung yang menunjukkan multiverse benar-benar ada. Semua yang kita miliki masih bersifat teoritis—atau bahkan filosofis. Namun banyak ilmuwan menganggap ide multiverse menarik karena dapat menjawab pertanyaan mengapa alam semesta kita tampak “terlalu sempurna” untuk kehidupan.
Sebagian ilmuwan skeptis, karena secara definisi multiverse berada di luar jangkauan pengamatan. Namun jika teori-teori yang memprediksi multiverse terus lulus uji eksperimental, maka kemungkinan multiverse semakin kuat.
“Alam semesta tidak terikat pada apa yang bisa kita pahami atau uji,” ujar Siegfried. “Fakta bahwa kita belum bisa mengujinya, bukan berarti itu tidak nyata. Mungkin suatu hari nanti kita menemukan cara.”


0 Response to "Benarkah Alam Semesta Kita Hanya Satu dari Banyak Dunia?"
Posting Komentar